Jakob Oetama Meninggal

ACEH . LINTASKEHIDUPAN.COM-Menjadi seorang junalistik atau wartawa telah mengantarkan Pendiri Kompas Gramedia,Jakop Oetama menjadi nama besar dikalangan dunia pers pada khususnya.



Mengenang Jakob Oetama, Pendiri Kompas Gramedia yang Bercita-cita Menjadi  Guru Halaman all - Kompas.com
Kompas Gramedia

Bahkan semasa hidup nya beliau pernah ditawarkan oleh presiden ke 2 RI dikala itu Soeharto mengajaknya masuk dalam kabinetnya, namun beliau memilih membesarkan Kompas gramedian yang dirintis nya bersama Ojong Pk. Gramedian pun menjadi besar sampai sekarang itu karena berkat beliau.

Ketika dia masih hidup beliau kerap kali menerima perhargaan yang bergengsi salah satu nya adalah ketika beliau menerima perhargaan gelar Doktor oleh universitas Gadjah Mada, Selain itu Pula beliau menerima perharagaan internasioanal melalui lembaga UNESCO Katagori  Komunikasi.

Indonesia kehilangan Tokoh Besar Bagi bangsa nya Yang telah memberikan Gagasan Ide-ide untuk bangsa, dalam jiwa nya melekat darah pertiwi untuk mengarah bangsa kepada lebih baik. menyisakan duka mendalam bagi bangsa dan segenab wartawa Tanah air.

Sebelum Beliau pergi untuk selama nya dirumah sakit Mitra keluarga Kelapa gading, kondisi Beliau sempat membaik namun karena faktor Usia yang semakin tua Beliau menghembuskan Nafas terakhirnya dirumah sakit tersebut.

Sebelum beliau menarik nafas terakhir terlebih dahulu beliau mengalami koma, Ungkap Direktur Telekomunikasi Gramedian

Selama jalan Bapak pendiri Kompas Gramedia, tanpa nya munkin hari ini gramedia kompas ntidak menjadi perusahaaan Raksasan seperti sekarang ini.

Semasa hidupnya

Ketika ia masih hidup. dirinya tidak pernah membedakan diri nya dengan karyawa yang berkerja dikantor nya, bahkan diri pernah berkata bahwa lebih baik berkerja bersama orang bodoh tapi jujur dan berintegritas" Ungkapnya" ini penting bagi generasi pemuda dalam berkerja, dalam berkerja kita harus menanamkan nilai-nilai kejujuran, Tanpa kejujuran suatu hari kita akan runtuh ibarat daun kering diperpohonan. Hari ini kita kekurangan Orang-orang yang memiliki pemikiran Cerdas dalam menghadapi masalah dengan tenang dan santun, indonesia tidak kekurang orang pandai karena orang pada setiap tahun nya di wisudakan di kampus kampus seluruh indonesia.

Yang kurang sekarang Kita tidak menemukan pemuda-pemuda yang bicara apa adanya tanpa mengikuti Nafsu yang dia bawa dalam diri nya. ini menjadi pembelajaran betapa penting nya kita menjaga anak-anak kita agar menjadi orang pemberani melalui sopan santun. 

tidak salah dengan idealismen yang kita punya terus peliharan dalam jiwa, dengan nya kita menemukan jati diri yang sebenarnya, namun harus dengan cara yang bermoral bukan dengan Anarkis. Pemuda menjadi bahan terpenting dalam menciptakan suatu bangsa yang besar hal ini bisa dilakukan dengan menulis, dengan menulis kita akan menjadi besar dan mengubah pemikiran dunia walaupun kita bukan pejabat,bukan artis bukan pengusahan akan tetapi dengan kita menulis kita akan dikenal dalam sejarah bangsa, Hal ini pula telah dibuktikan Oleh Pendiri Kompas Gramedia.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Silakan Berkomentar Secara Bijak Dan motivasi EmoticonEmoticon